Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam yang masih meminjamkan napas kepada kita hingga sampai di penghujung Ramadhan ini. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, teladan sejati dalam kesabaran dan ketenangan.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Pernahkah Anda merasa cemas luar biasa hanya karena sebuah pesan WhatsApp dikirim pukul 09.00 pagi, tapi baru dibalas pukul sembilan malam? Atau mungkin hati terasa "panas" saat mendapati balasan singkat alias dry text—hanya "Y", "Oke", atau "Gak"—padahal kita sudah mengetik panjang lebar dengan penuh perasaan?
Di zaman sekarang, slow respon dan dry text seringkali dianggap sebagai ancaman bagi ketenangan mental. Kita hidup di era serba instan, di mana keterlambatan informasi dianggap sebagai pengabaian. Namun, di sepuluh malam terakhir Ramadhan ini, kita diajak untuk mengejar sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar notifikasi ponsel: yaitu Lailatul Qadar.
Lailatul Qadar: Kedamaian yang Melampaui Gadget
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr ayat 5:
"Sejahtera (malam itu) sampai terbit fajar."
Salah satu ciri utama turunnya Lailatul Qadar adalah Sallam—kedamaian. Para ulama menjelaskan bahwa pada malam itu, malaikat turun membawa keberkahan dan ketenangan yang merasuk ke dalam hati orang-orang beriman.
Lalu, apa hubungannya dengan fenomena dry text dan slow respon?
Ciri-Ciri "Lailatul Qadar" di Dalam Hati Kita
Jika kita benar-benar mendapatkan keberkahan malam tersebut, tanda-tandanya bukan hanya alam yang tenang atau matahari yang tidak terik, melainkan perubahan sikap mental kita:
Hati yang Tidak Mudah Terguncang (Anti-Baper)
Orang yang hatinya dipenuhi kedamaian Lailatul Qadar tidak akan "meledak" hanya karena pesan tidak dibalas. Ia sadar bahwa ketenangan hidupnya bersumber dari Allah, bukan dari kecepatan ketik jempol manusia.
Husnuzan (Berprasangka Baik)
Saat menghadapi slow respon, ia tidak langsung menyimpulkan "dia sudah tidak sayang" atau "dia marah". Ia memberi ruang maklum, mungkin si dia sedang berjuang dengan urusannya. Inilah bentuk nyata dari Salamun hiya hatta mathla'il fajr—damai hingga terbit fajar.
Fokus pada "Pesan" dari Sang Khalik
Seringkali kita sibuk menunggu balasan dari manusia, sampai lupa bahwa Allah selalu fast respon terhadap doa-doa kita. Lailatul Qadar adalah momen "chatting" paling intim antara hamba dan Tuhannya tanpa ada risiko di-read doang.
No comments:
Post a Comment